SILTV.COM – Kabar duka datang dari kawasan Pasar Inpres Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Sukri (50), seorang pedagang pisang molen, meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk dalam insiden keributan yang terjadi di kawasan Jalan Panorama, Kelurahan Pasar Permiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Selasa (6/10/2026) pagi.
Sukri sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB ketika Sukri tengah berjualan pisang molen di kawasan Pasar Inpres.
Berdasarkan keterangan Kanit Pidum Satreskrim Polres Lubuklinggau Ipda Marco Antonio Panangian Butar Butar, keributan bermula ketika seorang pria berinisial HT datang menemui korban.
HT diduga menuduh Sukri kerap mengganggu istrinya. Tuduhan tersebut kemudian memicu pertengkaran antara keduanya.
“Tuduhan tersebut kemudian memicu cekcok antara korban dan terduga pelaku. Saat perselisihan berlangsung, terduga pelaku HT mengeluarkan senjata tajam jenis pisau,” ujar Marco.
Melihat adanya senjata tajam, Sukri kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari meninggalkan lokasi.
Namun, korban disebut dikejar oleh HT bersama UJ. Dalam pengejaran tersebut, UJ diduga melakukan penusukan menggunakan pisau.
“Akhirnya korban ditusuk menggunakan senjata tajam jenis pisau satu kali di bagian dada sebelah kiri oleh terduga pelaku UJ yang saat itu juga ikut mengejar korban,” jelasnya.
Akibat kejadian itu, Sukri mengalami luka serius di bagian dada sebelah kiri. Korban kemudian terjatuh setelah berlari meninggalkan kawasan lorong pasar.
Sejumlah warga dan pedagang yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan. Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau untuk mendapatkan perawatan.
Namun, setelah beberapa jam menjalani penanganan medis, Sukri dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WIB.
Sempat Berusaha Menyelamatkan Diri
Informasi lain yang dihimpun di sekitar lokasi menyebutkan, korban sempat berlari keluar dari lorong Pasar Panorama menuju Jalan Jenderal Sudirman setelah mengalami luka.
Korban diperkirakan berlari sekitar 50 meter sebelum akhirnya terjatuh di pinggir jalan.
Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian mendatangi korban. Kondisi saat itu sempat membuat warga berhati-hati karena korban masih membawa pisau.
Setelah situasi dinilai aman, pedagang dan petugas keamanan pasar memberikan pertolongan sebelum korban dibawa ke rumah sakit.
Peristiwa tersebut sontak membuat suasana Pasar Inpres Lubuklinggau yang biasanya ramai menjadi heboh. Kejadian itu juga menarik perhatian warga dan beredar di media sosial.
Dua Terduga Pelaku Masih Diburu
Sementara itu, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh perkara tersebut. Dua orang yang diduga terlibat, yakni HT dan UJ, hingga kini masih dalam pencarian.
Marco mengatakan, motif di balik kejadian tersebut masih belum dapat dipastikan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Untuk motif masih belum diketahui. Sekarang masih dilakukan penyelidikan dan kedua terduga pelaku masih kami buru,” katanya.
Pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta mendalami rangkaian kejadian yang berujung pada meninggalnya pedagang pisang molen tersebut.
Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat, khususnya para pedagang di kawasan Pasar Inpres Lubuklinggau. Warga berharap persoalan tersebut dapat segera terungkap dan proses hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab dapat dilakukan sesuai ketentuan.







