Pemerintah Siapkan Rekening Otomatis untuk WNI Usia 17 Tahun, Ada Dana Rp50 Ribu

oleh -40 Dilihat
WNI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rekening Bank Otomatis

Ditargetkan Jangkau 200 Juta Orang

Program rekening otomatis ini memiliki sasaran yang sangat besar. Pemerintah memperkirakan sekitar 200 juta penduduk akan masuk dalam cakupan program.

Rekening tersebut nantinya tidak hanya ditujukan untuk menyimpan saldo awal. Pemerintah juga merencanakan pemanfaatannya sebagai salah satu sarana transaksi dan penyaluran berbagai program pemerintah.

Salah satunya adalah bantuan sosial (bansos).

Dengan rekening yang terhubung dengan identitas kependudukan, penyaluran berbagai program diharapkan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan tepat sasaran.

BRI dan BSI Disiapkan

Untuk mendukung pelaksanaan program, pemerintah menunjuk BRI dan BSI sebagai bank yang akan mempersiapkan layanan rekening tersebut.

Kebijakan ini juga berkaitan dengan upaya meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Pemerintah ingin agar akses terhadap layanan perbankan tidak hanya dimiliki masyarakat yang sudah aktif menjadi nasabah, tetapi juga dapat menjangkau warga sejak memasuki usia dewasa dan memiliki KTP.

Selain rekening, pemerintah sebelumnya juga menyampaikan rencana penyediaan fasilitas pembayaran digital melalui QR atau QRIS bagi masyarakat yang menjalankan usaha.

Fasilitas tersebut diarahkan untuk membantu pelaku UMKM menerima pembayaran secara digital dengan biaya yang sangat rendah atau tanpa potongan sebagaimana skema yang sedang dirancang.

Bagian dari Perluasan Inklusi Keuangan

Kebijakan rekening otomatis menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan nasional.

Pemerintah berharap kepemilikan rekening sejak usia 17 tahun dapat membuat masyarakat lebih mudah mengakses berbagai layanan keuangan formal, mulai dari transaksi, tabungan, pembayaran digital hingga program pemerintah.

Untuk saat ini, teknis pelaksanaan, jadwal pembukaan rekening, mekanisme penyaluran saldo Rp50.000, serta ketentuan rekening masih dalam tahap persiapan.

Artinya, masyarakat masih perlu menunggu pengumuman resmi mengenai kapan program tersebut mulai diterapkan dan bagaimana proses rekening akan diaktifkan.

Catatan: angka Rp11 triliun yang disampaikan Airlangga berbeda dengan hitungan sederhana Rp50.000 × 200 juta rekening yang menghasilkan Rp10 triliun. Karena itu, angka Rp11 triliun lebih tepat disebut sebagai perkiraan kebutuhan anggaran program, bukan sekadar total saldo awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.