Siswa SD di Lampung Tengah Tersedak Saat Makan Kelengkeng, Meninggal di Rumah Sakit

oleh -41 Dilihat
Kelengkeng dalam Menu MBG Jadi Perhatian, Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak

SILTV.COM – Kabar duka datang dari Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Seorang siswa sekolah dasar (SD) berinisial RAP (9) meninggal dunia setelah mengalami kejadian tersedak saat mengonsumsi buah kelengkeng yang menjadi salah satu bagian dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

RAP merupakan siswa kelas 3 SDN 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah. Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 07.40 WIB.

Kasatreskrim Polres Lampung Tengah AKP M Prenanta Al Ghazali mengatakan, kejadian bermula ketika korban menyantap buah kelengkeng di dalam ruang kelas.

Saat itu, korban disebut sedang bermain dan berlari-larian bersama teman-temannya. Dalam kondisi tersebut, korban kemudian mengalami tersedak.

“Jadi sewaktu korban makan buah kelengkeng yang merupakan menu MBG di ruang kelas 3, korban sambil bermain lari-larian kemudian tersedak,” kata Prenanta.

Setelah mengalami kesulitan bernapas, RAP kemudian keluar dari ruang kelas bersama salah seorang temannya bernama Davin. Korban terlihat memegang bagian leher dan meminta pertolongan.

Permintaan tersebut kemudian diketahui penjaga sekolah, Ahmad Surahman, yang langsung berusaha memberikan pertolongan kepada korban.

Ahmad sempat menepuk bagian punggung RAP dengan harapan benda yang menyumbat saluran pernapasan dapat keluar. Namun, kondisi korban belum juga membaik.

Pihak sekolah selanjutnya membawa RAP ke ruang kepala sekolah. Guru dan pihak sekolah kembali memberikan pertolongan sebelum akhirnya korban dibawa ke fasilitas kesehatan.

Menurut keterangan polisi, korban sempat memuntahkan sebagian makanan yang telah dikonsumsinya. Namun, buah kelengkeng yang diduga masuk dan menyumbat saluran pernapasan tidak berhasil dikeluarkan.

“Korban sempat memuntahkan sisa makanan, namun buah kelengkeng yang tertelan tidak keluar,” ujar Prenanta.

RAP kemudian dibawa ke Puskesmas Poncowarno untuk mendapatkan penanganan medis. Karena membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, korban selanjutnya dirujuk ke RS Kartini Kalirejo.

Namun, setelah tiba di ruang Unit Gawat Darurat (UGD), RAP menjalani pemeriksaan oleh petugas medis dan kemudian dinyatakan telah meninggal dunia.

“Sesampainya di ruang UGD dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Prenanta.

Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Pasca kejadian tersebut, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lingkungan sekolah. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan untuk mengetahui secara jelas rangkaian kejadian yang dialami korban.

Polisi masih mendalami kronologi mulai dari saat RAP mengonsumsi kelengkeng, mengalami tersedak, mendapat pertolongan di sekolah, hingga akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan.

Sementara itu, Kepala Kampung Poncowarno, Heri Eliyanto, mengatakan buah kelengkeng tersebut merupakan salah satu isi paket MBG yang diterima para siswa.

Paket makanan tersebut disebut berasal dari SPPG 1 Dapur 1 Poncowarno.

Menurut Heri, guru pendamping sebelumnya telah mengingatkan para siswa agar makanan dikonsumsi setelah kegiatan selesai. Namun, sejumlah siswa kemudian mengambil buah kelengkeng dan memakannya sembari bermain.

Pihak keluarga RAP juga disebut menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Setelah proses pemeriksaan dan penanganan selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian, khususnya terkait pentingnya pengawasan terhadap anak-anak ketika mengonsumsi makanan di lingkungan sekolah. Buah berukuran kecil seperti kelengkeng juga perlu dikonsumsi dengan hati-hati karena memiliki biji yang dapat menimbulkan risiko tersedak apabila tertelan secara tidak sengaja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.