SILTV.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Bank Sumsel Babel (BSB) dan Rumah Sakit Khusus Mata Binar menghadirkan program Pelita Sumsel, sebuah layanan skrining untuk mencegah kebutaan yang turut dilengkapi dengan operasi penyakit mata secara gratis bagi masyarakat.
Program tersebut diluncurkan oleh Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan mata. Kehadiran Pelita Sumsel diharapkan dapat membantu warga yang selama ini menghadapi kendala biaya, jarak, maupun keterbatasan fasilitas kesehatan untuk memperoleh penanganan.
Herman Deru mengatakan, program tersebut dirancang agar masyarakat yang membutuhkan tindakan pada mata dapat memperoleh pemeriksaan awal di rumah sakit daerah sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan dan tindakan medis di RS Khusus Mata Binar.
Menurutnya, gagasan kegiatan serupa sebenarnya telah diarahkan kepada BSB sejak beberapa tahun lalu.
“7 tahun lalu saya sudah menginstruksikan kepada BSB untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Tujuannya agar masyarakat Sumsel yang membutuhkan tindakan operasi mata bisa mendapatkan diagnosis awal di RS daerah, dan mendapatkan diagnosis ulang serta tindakan di RS Mata Binar,” ujar Herman Deru, Selasa (29/9/2026).
Ia juga meminta BSB bersama pihak terkait lebih gencar memperkenalkan program tersebut kepada masyarakat. Sosialisasi dinilai penting agar warga yang membutuhkan pemeriksaan atau operasi mata tidak menunda pengobatan hanya karena persoalan biaya ataupun kurangnya informasi.
Tekankan Akurasi Diagnosis
Dalam pelaksanaan program tersebut, Herman Deru turut mengingatkan tenaga kesehatan agar mengutamakan kualitas pelayanan dan ketepatan dalam menentukan diagnosis.
Menurutnya, pelayanan yang baik serta diagnosis yang akurat sangat berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.
“Saya minta kepada para nakes berikan pelayanan sebaik-baiknya. Akurasi diagnosis harus benar. Jika akurasi keliru, inilah yang membuat pasien lebih memilih berobat ke luar negeri, bahkan ada yang memilih berobat ke dukun. Maka membangun kepercayaan (trust) pasien itu sangat penting,” katanya.
Selain pelayanan di fasilitas kesehatan, Herman Deru juga mendorong pengembangan pola pelayanan jemput bola. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan mata secara langsung ke sekolah-sekolah.
Ia menilai skrining kesehatan mata sebaiknya tidak hanya menyasar pelajar tingkat SMA, tetapi juga diperluas ke jenjang SMP hingga sekolah dasar.
Dapat Dukungan CSR Rp350 Juta
Direktur RS Khusus Mata Binar, dr. Lady Kovatiner, menjelaskan bahwa Pelita Sumsel tahun ini memperoleh dukungan dana CSR sebesar Rp350 juta.
Kerja sama antara BSB dan RS Khusus Mata Binar telah berlangsung sejak 2019. Selain memberikan layanan operasi mata, program tersebut juga mencakup pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis bagi pelajar.
“Operasi yang dilakukan tidak hanya katarak, kami juga menjalankan program penggaris, yaitu pemberian kacamata gratis ke sekolah-sekolah melalui screening,” jelas Lady.
Pada pelaksanaan tahun ini, penerima manfaat berasal dari sejumlah daerah di Sumatera Selatan, yakni Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim, serta Kota Palembang.
Lady juga menyebut cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Sumatera Selatan saat ini telah mendekati 100 persen.
BSB Tegaskan Komitmen Sosial
Sementara itu, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Muhammad Suryadi memastikan komitmen perusahaan dalam bidang sosial akan terus dilanjutkan melalui berbagai program CSR.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui alokasi Rp350 juta untuk membantu pelaksanaan operasi mata gratis dalam program Pelita Sumsel.
Menurut Suryadi, gangguan penglihatan dapat berdampak terhadap aktivitas dan produktivitas seseorang. Karena itu, upaya membantu masyarakat mendapatkan kembali fungsi penglihatannya menjadi bagian dari kepedulian sosial perusahaan.
“Jika seseorang menderita sakit mata, maka akan tidak produktif. Kegiatan CSR ini tidak akan bisa berjalan sendiri, maka perlu kerja sama dengan Pemprov Sumsel dan RS Mata Binar. Ini merupakan wujud kepedulian BSB, dengan harapan dapat memulihkan kembali penglihatan para penerima manfaat,” ujarnya.
Melalui Pelita Sumsel, sinergi antara pemerintah daerah, dunia perbankan, dan fasilitas kesehatan diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan mata. Program ini sekaligus menjadi salah satu langkah untuk mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan lebih dini sehingga gangguan penglihatan dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang lebih serius.







