Sasa Hilang Sebelum Masuk Sekolah, Ditemukan Polisi di Muara Enim Bersama Ayah Kandung

oleh -37 Dilihat
Sasa Hilang Sebelum Masuk Sekolah, Ditemukan Polisi di Muara Enim Bersama Ayah Kandung

SILTV.COM – Syahhillah Qanzah alias Sasa (7), siswi kelas satu sekolah dasar (SD) di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya ditemukan. Sasa ditemukan bersama ayah kandungnya berinisial MFK di semak-semak pinggir jalan di Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim.

Penemuan bocah perempuan tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial Facebook.

Saat ditemukan pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, Sasa terlihat menangis, sedangkan ayahnya dilaporkan dalam kondisi pingsan di lokasi tersebut. Penemuan keduanya bermula dari laporan warga yang melihat anjing menggonggong ke arah Sasa di sekitar semak-semak.

Ibu Sasa, Laura, menceritakan bahwa anaknya mulai tidak diketahui keberadaannya sejak Jumat, 23 Oktober 2026. Saat itu, Sasa diantar oleh omnya ke SD Negeri 14 Lubuklinggau yang berada di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Namun, sebelum sempat memasuki gerbang sekolah, ayah kandungnya, MFK, tiba-tiba datang dan menjemputnya. Akibatnya, Sasa tidak jadi mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Keluarga baru mengetahui keberadaan Sasa tidak ada di sekolah ketika omnya datang untuk menjemput. Mereka kemudian panik dan berusaha mencari Sasa ke sejumlah lokasi di Kota Lubuklinggau.

Karena pencarian tidak membuahkan hasil, Laura akhirnya melaporkan kehilangan anaknya ke Polres Lubuklinggau pada Sabtu pagi, 24 Oktober 2026.

“Pas omnya datang mau jemput ke sekolah, ternyata Sasa tidak ada di sekolah. Akhirnya kami panik dan mencari Sasa sampai keliling Kota Lubuklinggau. Karena tidak ketemu dan sudah 24 jam, akhirnya saya membuat laporan ke Polres Lubuklinggau pada Sabtu pagi,” cerita Laura, Senin, 26 Oktober 2026.

BACA JUGA: Gara-Gara Utang Rp45 Ribu, Pria di Muratara Tewas Ditusuk, Dua Pelaku Buron

Ditemukan di Semak-Semak Wilayah Muara Enim

Harapan Laura untuk segera bertemu kembali dengan anaknya akhirnya terwujud pada Sabtu malam. Sekitar pukul 22.00 WIB, ia menerima telepon dari pihak Polsek Rambang Niru yang mengabarkan bahwa Sasa telah ditemukan bersama ayah kandungnya di wilayah Desa Tebat Agung, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim.

Mendapatkan kabar tersebut, Laura bersama keluarga mantan suaminya langsung menuju lokasi untuk menjemput Sasa dan MFK.

“Akhirnya pada Sabtu pukul 22.00 WIB, kami dapat telepon dari Polsek Rambang Niru, Muara Enim, kalau anak saya ditemukan bersama bapaknya di sebuah semak-semak pinggir jalan. Kemudian saya dan keluarga mantan suami saya langsung datang untuk menjemput mereka,” ujarnya.

Setelah kembali bersama keluarga, Sasa menceritakan perjalanan yang dilaluinya bersama sang ayah sejak meninggalkan Kota Lubuklinggau.

Menurut Laura, awalnya Sasa diajak berjalan kaki oleh ayahnya. Setelah itu, keduanya melanjutkan perjalanan menggunakan mobil travel menuju Palembang.

Sesampainya di Palembang, MFK disebut mencari tempat kerja Laura yang dahulu berada di kota tersebut. Namun, lokasi kantor yang dimaksud ternyata sudah pindah sehingga keduanya akhirnya menginap di sebuah rumah kontrakan.

“Setibanya di Palembang, bapaknya ini mencari tempat kerja saya dulu. Ternyata kantor itu sudah pindah sehingga mereka akhirnya menginap di sebuah kontrakan,” ungkap Laura.

BACA JUGA: Residivis Curanmor Terjaring Patroli Malam di Lubuklinggau, Ini Barang Bukti yang Disita

Sempat Turun di Lahat Sebelum Ditemukan

Pada Sabtu pagi, MFK kembali mencari kantor tempat Laura pernah bekerja. Namun, dalam perjalanan tersebut, Sasa meminta agar mereka pulang ke Lubuklinggau.

Keduanya kemudian memutuskan melanjutkan perjalanan menggunakan mobil travel. Ketika berada di wilayah Lahat, MFK meminta turun di sebuah warung.

Pemilik warung sempat menanyakan tujuan perjalanan MFK. Saat itu, MFK mengatakan hendak menuju Lubuklinggau, tetapi kemudian berubah pikiran dan ingin kembali ke Palembang bersama Sasa.

Melihat MFK menggendong seorang anak, pemilik warung merasa iba. Ia kemudian membantu mengantarkan keduanya ke tempat travel lain yang melayani perjalanan menuju Palembang.

“Di sana, bapaknya ditanya pemilik warung mau ke mana. Dia bilang mau ke Lubuklinggau, tetapi akhirnya tidak jadi dan mau kembali ke Palembang bersama anak saya,” jelas Laura.

“Karena melihat dia sambil menggendong anak saya, pemilik warung tadi jadi iba dan mengantarkan mereka ke tempat travel lain yang melayani perjalanan menuju Palembang,” sambungnya.

Namun, perjalanan keduanya kembali mengalami kendala saat berada di dalam mobil travel. Menurut keterangan Laura, MFK merokok di dalam kendaraan hingga mendapat teguran dari sopir.

Setelah terjadi keributan, MFK dan Sasa diturunkan di wilayah Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim.

Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan itu, mereka disebut dikejar anjing hingga terjatuh ke semak-semak di pinggir jalan.

Pemilik anjing yang melihat hewan peliharaannya menggonggong ke arah Sasa kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polsek Rambang Niru.

Laporan warga itulah yang kemudian membantu polisi menemukan Sasa bersama ayahnya.

BACA JUGA: Polisi Gerebek Dua Pondok Narkoba di Musi Rawas, 12 Orang Kabur ke Hutan

Sasa Sudah Kembali ke Rumah

Setelah melalui perjalanan panjang, Sasa kini telah kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarganya. Laura juga menyatakan telah mencabut laporan kehilangan anaknya di Polres Lubuklinggau.

“Sekarang anak saya sudah di rumah dan laporan kehilangan di Polres Lubuklinggau sudah saya cabut barusan,” katanya.

Laura turut menjelaskan bahwa dirinya dan MFK telah bercerai sejak 2024. Ia juga menyebut mantan suaminya memiliki riwayat skizofrenia.

“Mantan suami saya memang ada penyakit skizofrenia dan kami sudah lama bercerai. Sekarang MFK sudah dijemput sama keluarganya,” tuturnya.

Dengan ditemukannya Sasa, keluarga kini dapat kembali berkumpul. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap keberadaan anak, terutama saat berada di lingkungan sekolah dan dalam pengawasan orang dewasa.

Perlu dipahami bahwa riwayat gangguan kesehatan mental seseorang tidak dengan sendirinya menentukan perilaku atau tingkat bahayanya. Kondisi kesehatan tersebut perlu ditangani secara tepat oleh tenaga profesional.

BACA JUGA: Delapan Titik Disasar Operasi Narkoba di Musi Rawas, Dua Pondok Dibongkar Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.